Memilih Tema Blog Pemula



Oh ya. Kini kita ada di postingan kedua gaess. Kira-kira apa yang mau gue tulis? Karena dari kemarin gue sangat mumet sekali memilih tema untuk blog ini. Sepertinya gue kemakan sama standar aesthethic anak jaman sekarang. Apa-apa ribet banget sama penampilan!

Lalu hari ini gue pun masih pusing pilah pilih, puluhan kali ganti tema. Install-uninstall. Nih gue sebenernya maunya gimana?

(Update 2 hari kemudian)

Yeahhh aku kembaliii... gokil dah nulis satu postingan aja pake loading segala 2 hari. So, jadi gue sibuk bulak balik gonta ganti tema blog sampe bingung sendiri. Dan lalu mulai lagi buka pinterest nyari tips ini itu. Dan lalu ketemu sesuatu bernama "Group Pin" or terdengar seperti itu. Berusaha mempelajari. Dan lalu gue jadi ribet lagi. Pengen bikin pinterest bisnis dulu, terus mau bikin instagram dulu dan mau posting di situ dulu.

Helawww

Mau ngeblog aja kok jadi ribet dah. Lagi-lagi gue membiarkan sisi perfeksionis gue menguasai. Inget yaaa inget nih... ngeblog itu sejatinya HANYA NULIS. Gak usah ribet ama ini itu! Percuma juga kalau udah ngelakuin banyak hal tapi bagian nulisnya masih mood-mood-an. Konten is the key, gak usah ribet ama marketingnya dulu.

Untuk tema, gue nyari yang mobile friendly. Tampilan satu kolom. Jujur gue belum lihat blog ini versi dekstopnya gimana. Tapi di tampilan mobile, kurang lebih udah sesuai yang gue mau. Tapi sebetulnya masih kurang pas di beberapa bagian. Tapi yah kita pelajari sedikit demi sedikit. Gue masih mencari dan lihat-lihat plugin apa yang kira-kira cocok.

Kemaren udah nemu sih plugin yang supaya gambar bisa langsung ada pin it button-nya. Gue pun nyari-nyari tema di beranda wordpress aja. Ada ribuan tema di situ. Gue cari khusus yang 1 kolom dan pengen yang ada tampilan gambar postingannya. Bisa diatur sih kita mau cari yang tema gimana. Tadinya pengen yang tema pinky gitu tapi kok gada yang cocok di hati. Udahlah daripada ribet bin mumet. Comot aja yang sekiranya hampir mendekati yang gue mau.

Menurut yang gue pelajari, blog itu yang penting simple dan mudah di load. Percuma kalau penampilan bagus tapi pas diklik kaga keluar-keluar tuh website. Blog itu yang penting tulisannya, inget! Tulisannya!! (Mengingatkan diri sendiri).

Btw, gue pas milih tema ini juga kebetulan ada pengaturan untuk mengatur font-nya. Beberapa tema lain enggak menyertakan ini. Makanya logo tulisan Lagamis di paling atas itu juga bisa diubah fontnya, begitu juga tulisan di postingan ini. Segitu aja sih udah asik. Tapi pengennya tulisan Lagamis di atas tuh warna pink, tapi yaudahlah mungkin nanti gue akan nemu cara ngerubahnya.

Oke, sekarang fokus dulu untuk terus mengisi blog ini dengan tulisan 😀.



CARA MENULIS POSTINGAN PERTAMAMU



Hai gaesss...

Jujur gue bingung mau posting bagaimana di situs ini. Terlalu banyak rencana dan pikiran justru membuat gue meratapi blog ini yang enggak jadi-jadi diisi.

Betewe, sekarang hampir maghrib setelah seharian mencari inspirasi. Oh bukan, tepatnya gue mencari inspirasi sudah 3 tahun lalu, saat gue memutuskan membeli tutorial premium dari Vatih.com dan lalu mulai membacanya 2 tahun kemudian dan baru bikin blognya 1 tahunnya lagi. Sungguh aku gerak cepat sekali bagai siput keseleo.

Oke, gue akan mulai di tahun 2019!!! Dan lalu tiba-tiba hari ini sudah 6 januari 2020. Dan sebelum tahun baruan, gue udah berusaha membuat rencana-rencana entah apa tentang masa depan dan tentang blog ini. Cari inspirasi sampai butek di pinterest yang mana kebanyakan adalah postingan yang udah gue liat juga dari 3-4 tahun yang lalu. Yang mana si pemilik postingan udah kaya raya sementara gue masih berwacana sambil berkaca "NGAPAIN AJA LU!".

Seperti hari ini yang sampai detik tadi-tadi gue masih mencari inspirasi di pinterest sampai gue menemukan satu postingan tentang "Apa Yang Harus Kau Tulis di Postingan Pertamamu??". Sebuah tulisan yang amat menyindir gue dan mungkin inilah hidayah dari Allah setelah 3-4 tahun penantian.

Dalam artikel berbahasa inggris itu, dia menceritakan tentang postingan pertama dia yang sampah-able. Betewe, entah kenapa gue bisa paham walaupun bahasa inggris. Karena gue pikir gue enggak hebat dalam bahasa inggris, tapi mungkin karena dia menulis dengan kata-kata yang mudah sehingga gue membacanya dengan nyaman bahkan ngerti dengan bercandaan yang dia tulis. Atau mungkin gue udah paham bahasa inggris, hanya saja masih belepotan kalau ngomong atau nulisnya.

Dan postingan pertama dia yang sampah-able tersebut sangat relevan dengan postingan-postingan blog gue yang dari jaman dulu emang nggak bermutu. Semacam ocehan-ocehan sehari-hari yang enggak banyak faedahnya. Tapi ya, first blognya dia itu tahun 2017 men! Dan saat ini kemajuan penulisan dia sangat keren dan jelas blognya menghasilkan duit. Dan lo tau kapan gue bikin my first blog ever???? (Pengen jadi anak jaksel yang nyelipin english). First blog gue itu tahun 2006!! Wicis almost 14 tahun agooo!!!!

Dan kemampuan menulis gue masih sebatas gini-gini ajeeeeyyy.

Oke, mungkin memang ini gaya gue, makanya dari 3-4 tahun lalu gue bengong aja liat blog-blog duit-able yang artikelnya bermutu dan klik-able itu. Karena gue mungkin enggak ketemu cocoknya tuh dimana sama gaya penulisan gue yang ambyar begini. Apa tulisan cem gini bisa ngehasilin duit? Pokoknya gue tulis dulu aja deh daripada hangus nih domain.

Why namanya Lagamis? Ini adalah domain yang gue beli pertengahan 2015. Iya, udah 5 tahun yang lalu. Gue bikin untuk bisnis gue, jualan celana. Yang kini nasibnya udah setengah lepas sakarotul maut. Yang gue putuskan untuk cabut nyawanya dari tahun lalu. Namun domainnya ingin selalu gue kenang sebagai pengingat bahwa gue juga pernah eksis berbisnis.

Kenapa berhenti bisnis? Gue emang malu dan nggak enak hati sama semua orang yang tahu gue berbisnis Lagamis, apalagi sama agen-agen. Tapi gue harus mengakhiri ini semua. Makin mantap ketika gue ngeliat bahwa bisnis online Aniqoh Project ternyata juga udah tutup lapak dan juga banyak bisnis-bisnis lain yang juga udah entah gimana. Di situ gue baru berasa bahwa gue enggak sendiri terpuruk begini. Yang lain juga mengalami. Apalagi gue produsen, yang mana urusannya lebih ribet karena harga kain yang terus naik dan penjahit yang enggak konsisten hasil jahitannya. Sungguh dilema. Tapi sekarang insyaAllah udah rela.

Gue berusaha banting setir ke jualan-jualan lain. Sebetulnya udah lama juga gue selingkuh jualan popok lah, jualan baju anak, herbal dll. Tapi baru seriusin akhir tahun lalu. Gue daftar jadi reseller gamis branded. Lo tau gamis branded? Gamis dengan merk jelas ya, bukan gamis bodong yang 30ribu perak di shopee yang lebih tipis dari saringan tahu itu ya.

Dan lalu gue jadi haus akan gamis branded ini, karena gue baru tahu kalau gamis bermerk itu ada harga ada rupa. Berkualitas dan nyaman dipakai. Lalu gue jadi hebring beli baju buat diri sendiri, huahaha.

Dan lalu kalau kayak gini, gue kapan suksesnya. Hahhh.

Gue antara masih pengen jualan, atau give up semuanya dan kembali nulis atau gimana?? Selalu galau bertahun-tahun membuat gue selalu bertanya-tanya sebetulnya gue ini maunya apa. Berubah-ubah terus. Dan selalu mempertanyakan apa ya passion gue??

Dan lalu saat ini sudah ganti hari karena gue nulis ini banyak iklannya. Inilah mungkin yang membuat karir menulis gue angot-angotan. Profesi emak rumah tangga membuat gue harus multitasking segala hal, seperti nyuci piring sambil muter baju di mesin cuci, masak sambil gendong anak, boker sambil mikirin menu masakan hari ini dan berbagai hal lainnya. Gue mengamini bahwa gue terlalu sibuk jadi wajar gue nggak bisa nulis lagi. Sibuk sekali memang scroll pinterest bertahun-tahun ini, hemmmm.

Sepagian tadi di hari senin (sekarang udah tengah malam masuk hari selasa) gue berusaha membaca buku yang baru gue beli (btw, ada lebih dari 50 buku yang gue beli dan belum dibaca, mungkin nanti dibaca kalau anak udah pada nikah). Buku yang baru gue beli tersebut berjudul 'Uktub!' Yang berarti 'tulislah!'. Sepertinya sangat memotivasi banget! Gue baca sambil rebahan dan di lembar kedua sukses terjun ke dunia mimpi. Gue tersentak dan terbangun. Lalu lanjut lagi membaca dan sesaat kemudian kembali terlelap. Gitu terus.

Hah, apa-apaan ini, pikir gue. Ternyata enggak hanya kemampuan menulis gue yang mengalami kemunduran, kemampuan gue dalam membaca pun juga sudah uzur. Bayangin ya, waktu jomlo dulu gue bisa baca 2 buku sehari! Dan sekarang hanya mampu 2 lembar aja, busyet.

Lalu gue memutuskan, mungkin gue kurang energi alias laper. Dan pagi itu gue makan untuk ke 3 kalinya. Dan mengakhiri hari dengan barusan banget gue makan ke 7 kalinya. Iya, gue setiap ngerasa ngantuk obatnya makan, lagi mentok inspirasi ya makan, lagi bete ya makan, lagi enggak tahu mau ngapain ya makan. Makan sepiring nasi gitu ya, gue nggak doyan ngemil-ngemil.

Gue juga lagi berasa eneg dan nggak enak body, entah karena hamil atau gara-gara tadi beli pulsa Tsel 25 ribu lenyap gitu aja nggak bilang-bilang, kan jadi Ksel.

Dan gue nulis first post ini serandom mungkin. Kira-kira ingin merangkum apa aja yang ada di pikiran gue.

Dan lalu kira-kira blog ini akan bertema apa? Memang itulah buah pikiran gue bertahun lalu, sampai agak membusuk buah pikiran tersebut.

Gue mau bikin semacam blog tentang emak-emak blogger yang membahas bisnis kecil-kecilan, resep, serta parenting. Dan pengennya sih berbahasa inggris gitu ya, tapi enggak kelar-kelar gue baca buku how to nulis dalam bahasa inggris. Ya inilah yang dinamakan kebanyakan rencana.

Jadi mungkin gue akan ngeblog di situs ini seputaran tema tersebut. Karena belasan blog gue sebelumnya sudah sangat random. Mungkin gue akan mulai dengan belajar bagaimana membuat gambar-gambar banner pinterest yang kece-kece itu ya. Udah belajar sih gue di canva.

Dan gue mulai agak pesimis dengan blog ini. Huahahah. Akan jadi blog apakah dia?? Mari kita simak kelanjutannya!